Haris Media official website | Members area : Register | Sign in

Sport News

Maaf Blog Ini Sedang Dalam Proses Pengembangan

Perlunya Mindset Baru Dalam Kebiasaan Beribadah Shalat Jumat Ditengah Wabah Covid-19

Senin, 20 April 2020

Share this history on :

Perlunya Mindset Baru Dalam Kebiasaan Beribadah Shalat Jumat Ditengah Wabah Covid-19
Oleh: Safinatul Kirom
+safinahkirom@gmail.com 

            Melawan pandemi Covid-19, begitulah slogan yang sering dikampanyekan oleh manusia untuk saling mengingatkan. Tidak hanya itu, pemerintahan pusat pun ikut mengampanyekan masyarakat untuk tidak keluar rumah, sering cuci tangan, menjaga jarak minimal satu meter, menghindari keramaian dan hidup sehat. Kebijakan ini dibuat untuk membuka mata masyarakat akan berbahayanya virus ini. Seringkali masih ditemui para remaja berkeluyuran kesana kemari tanpa ada rasa bersalah entah menjadi penyebab atau penyebar untuk keselamatan sekitar. Secara keagamaan mereka yang belum membuka mata masih menjalankan acara yang membuat orang tumpah ruah dalam waktu dan tempat yang bersamaan. Dengan alasan yang sering dikatakan semua sudah kehendak Tuhan. Karena mereka menyandingkan derajat virus dengan pencipta. Padahal dalam sebuah agama mereka diajarkan untuk berusaha dalam menghadapi permasalahan. Sedangkan kehendak Tuhan bisa berubah dengan apa yang diusahakan. 
Beberapa agama sempat dibimbangkan dengan kebijakan yang ada. Menjadikan dampak berubahnya kehidupan umat beragama, seperti masjid, kuil dan gereja yang merubah tata cara beribadah. Dari permasalahan ini, beberapa petinggi agama mulai memberikan fatwah untuk sementara waktu tempat peribadahan ditutup dan dilakukan dirumah maing-masing. Hal ini sudah menjadi kepustusan dari beberapa negara yang menyidap virus ini. Seperti halnya yang terjadi di Indonesia, yang mayoritas umat Islam. Dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwah bahwa dalam penyelenggaraan beribadah seperti shalat jumat bisa digantikan dengan shalat dhuhur dan dilakukan dirumah. Hal ini karena untuk mencegah penularan virus secara masal.
            Covid-19 muncul dimana manusia mulai lalai dan berlomba-lomba untuk mengendalikan alam semesta.  Dengan kemajuan iptek yang semakin maju, manusia semakin lalai dengan keadaan alamnya. Kini modernisasi manusia semakin lama semakin rentan dan lemah. Karena tidak ada kesinambungan antara alam dan manusia. Covid-19 merupakan virus yang menyerang pernapasan dan menguji imun tubuh manusia. Jadi dalam menghadapi Covid-19, bagi umat beragama Islam harus memiliki titik fokus pada Allah dan keseimbangan lingkungan. Melaksanakan ritual sholat, doa, sikap tawadhu dan pasrah kepada Allah, tentunya tetap harus melakukan tindakan yang baik terhadap alam. Secara teknis harus menjaga kebersihan baik diri dan lingkungan. Seperti yang terdapat pada surah Al ‘Ankabut ayat 45 yang artinya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Bahwa sesuatu yang dilakukan meskipun itu baik tapi menimbulkan hal yang tidak diinginkan alangkah lebih baiknya dihindari. Semua sudah terputuskan dengan ijma’ yang ditetapkan.
            Dari hal tersebut, otoritas keagamaan yang ada di Indonesia sudah melakukan modifikasi dengan penutupan beberapa tempat ibadah sampai waktu yang belum ditentukan untuk menghentikan penyebaran covid-19. Pemodifikasian ini memang kaku untuk awal dilakukan, namun jika tidak ada kebiasaan untuk bertindak maka akan sulit untuk mengeremnya. Sekilas ada cerita pada zaman sahabat nabi untuk membuka kepercayaan manusia yang menyepelakan virus ini. Dulu pada zaman sahabat nabi ada hujan lebat dan jalan becek yang tidak memungkinkan untuk umat Islam melakukan shalat jamaah. Dan kemudian nabi memberi fatwa untuk sholat di rumah masing-masing untuk keselamatan bersama dan beragama. Dengan kasus covid-19 marilah melawan musih ini bersama, buang rasa ego pribadi yang hanya memikirkan surga dan neraka tanpa adanya suatu usaha dan tanpa memedulikan penyebaran terhadap sesama itu hanya akan membuat kita semua gagal dalam mengadapi wabah virus ini.



Referensi

Aditiya Widya Putri, “ Perlunya Modifikasi Ritual Agama Di Tengah Wabah
Covid-19”, http://tirto.id.
Anonim, “Bagaimana Islam Menyikapi Covid-19?’, http://geotimes.co.id.
Anonim, “Virus corona: MUI Keluarkan Fatwa Di Tengah Wabah Covid-19”,


           

Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : harismedia.net@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 comments:

Posting Komentar