Peran Agama Dalam Menghadapi Wabah Covid-19
Oleh : Niila
Syarofah Rahmawati
+niilasyarofah@gmail.com
Belakangan ini dunia dihebohkan dengan wabah covid-19, atau yang sering
kita sebut dengan virus corona. Virus ini menyebabkan penyebaran yang dratis ke beberapa daerah di
Indonesia, menjadi catatan serius dalam mempengaruhi pengambilan kebijakan
politik dan kesehatan oleh pemerintah. Dalam hal ini, presiden Joko Widodo atau
yang akrab kita panggil Pak Jokowi meminta agar lembaga dan tokoh-tokoh agama
dilibatkan dalam membantu pemerintah mencegah penyebaran virus corona yang mengakibatkan
penyakit Covid-19. Menurutnya para tokoh agama dapat berperan penting dalam
mencegah penyebaran virus corona.
Pemerintah menghimbau
masyarakat agar melakukan ibadah di rumah saja. Namun, tetap saja ada
masyarakat yang bersikeras untuk menjalankan ibadah seperti biasanya. Karena
hal ini, maka para pemuka tiga agama samawi, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi,
turut berperan besar mengarahkan massa pengikutnya melalui fatwa-fatwa
keagamaan dalam upaya mencegah
penyebaran wabah tersebut. Dari agama Islam sendiri Para pemuka menggunakan
dalil dari berbagai ayat di Al Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW yang
memerintahkan melaksanakan shalat di rumah, jika ada kemadharatan atau
kesulitan yang akut. Para ahli tafsir
menafsirkan, jika ada kemudaratan atau kesulitan saja bisa shalat di rumah,
apalagi kini ada sekelas wabah Covid-19 yang mematikan seperti sekarang ini. Kemudian
diikuti fatwa agama dari hampir semua negara yang berpenduduk mayoritas Muslim
untuk mengizinkan meninggalkan shalat Jumat dan diganti dengan shalat Dzuhur,
serta menyerukan tidak melakukan shalat berjemaah pada shalat lima waktu.
Dalam rangak pencegahan
covid-19, dewan syariah wahdah Islamiyah menerbitkan panduan ibadah dan sikap
terkait pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia, panduan ini terdapat
pada poin nomor 5 dalam Surat Keputusan
dan Imbauan Dewan Syariah Wahdah Islamiyah tentang Panduan Ibadah dan
Penyukapan Terhadap Virus Corona (Covid-19). Surat yang dikeluarkan pada 24
Rajab 1441 H. Diantaranya ialah senantiasa menjaga adab-adab Islam. Adab ini
meliputi adab makan, minum, bersin, batuk hingga menjaga wudhu sesuai tata cara
yang benar dan sempurna. Dan berwudhu dengan tata cara yang benar dan sempurna,
khususnya saat mencuci kedua tangan, berkumur, menghirup dan mengeluarkan air
dari hidung dinilai dapat menjadi wasilah yang bisa menjauhkan diri dari risiko
terkena virus corona. Yang kedua ialah, imbauan agar ummat Islam tetap tenang
dan tidak panic serta tidak menyebarkan
berita atau informasi hoaxs seputar pandemi Covid-19. upaya untuk menangkal dan
meminimalkan potensi penyebaran Covid-19.
Imbauan yang lain ialah mengajak ummat Islam untuk mengamalkan qunut nazilah,
sholawat thibbil qulub.
Bukan hanya pemuka
agama Islam yang mengeluarkan fatwa, para pemuka agama Yahudi juga mengeluarkan
fatwa yang sama halnya dengan Islam. Para rabbi, atau kita kenal dengan pemuka
agama Yahudi di Israel menyerukan agar rakyat Israel tidak pergi ke sinagoga
untuk menghindari kerumunan massa dalam beribadah. sejak pertengahan bulan maret
lalu para rabbi membatalkan semua perayaan agama Yahudi untuk mencegah
kerumunan massa yang akan melakukan ibadah demi mencegah penyebaran covid-19
lebih luas lagi. Pemuka agama Kristen juga turut mengeluarkan fatwa yang
melarang umatnya untuk beribadah di greja untuk sementara waktu. Ketua Umum PGI
Pendeta Gomar Gultom mengungkapkan, PGI sudah mengeluarkan edaran sejak 16 maret
lalu yang mengimbau umat Kristiani melakukan ibadah Minggu di rumah masing-masing,
tidak berkumpul di gereja, tentunya hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran
covid-19. Jadi, peran agama dalam mencegah penyebaran covid-19 sangat
berpengaruh terhadap umat-umat agama di dunia.
Refrensi
Andi Nur Aminah, “5 peran Aktif Ummat Islam Batasi Penyebaran Covid-19”,
https://republika.co.id/berita/q7gafw384/5-peran-aktif-ummat-islam batasi-penyebaran-covid19
Musthafa Abd. Rahman, "Agama Samawi Usung Satu Misi Hadapi
Covid-19", https://bebas.kompas.id/baca/internasional/2020/03/27/agama-samawi- usung-satu-misi-hadapi-covid-19/













0 comments:
Posting Komentar