Haris Media official website | Members area : Register | Sign in

Sport News

Maaf Blog Ini Sedang Dalam Proses Pengembangan

Kajian Agama Mengenai Covid-19

Senin, 20 April 2020

Share this history on :

Kajian Agama Mengenai Covid-19
Oleh: Kiki Noviyanti
+kikinoviyanti05@gmail.com 


            Virus Corona atau servere acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus yang menyerang saluran pernafasan. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini dikenal dengan Covid-9. Pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan dunia. Dampak dari adanya pandemi ini banyak sekali, selain memakan korban banyak juga mengakibatkan keadaan tidak kondusif. Pandemi ini seolah-olah sekarang tengah menguasai dunia, sebab wabah ini menyebar diberbagai belahan dunia. Bukan hanya ada di Indonesia, namun banyak negara di luar negri yang terkena juga seperti Italia, Israel, dan negara yang berada disekitarnya.

            Banyak kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan disetiap negara untuk menanggulangi pandemi ini, seperti social distencing, work from home, daring bagi para pelajar hingga lockdown disetiap daerahnya. Akibatnya, dari kebijakan-kebijakan tersebut menimbulkan dampak yang sangat besar di masyarakat. Adanya pandemi ini berdampak terhadap semua lapisan masyarakat, salah satunyayaitu peribadatan yang biasanya dilakukan didalam tempat ibadah secara bersama-sama, namun pada kondisi sekarang dilarang.

            Pada akhirnya peribadatan mereka terkendala serta menimbulkan pro dan kontra diantara masyarakat satu dengan lainnya. Masyarakat yang pro dengan kebijakan pemerintah ini menganggap langkah tersebut baik dilaksanakan untuk memutus mata rantai virus corona yang dengan mudah menyebar. Namun, bagi masyarakat yang kontra mereka akan menganggap langkah ini tidak bijak sebab banyak orang-oarang tidak percaya akan adanya Tuhan melainkan takut terhadap makhluk kecil tersebut.

Sebagai contoh agama Kristen di Indonesia, himbauan dari ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) di Sumatera Utara, agar setiap umat Kristiani untuk mengindahkan kebijakan dari pemerintah untuk tetap berada didalam rumah dengan cara terlebih dahulu mengerjakan ibadah di rumah. Himbauan ini bertujuan untuk melawa dan memutus penyebaran dari virus corona. Selain itu, ketua dari PGI menghimbau untuk pelayanan pemberkatan pernikahan untuk dijadwal ulang mengingat kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk berkumpul bersama-sama. Bagi peribadatan, khitbah akan dilaksanakan dengan cara mengganti melewati media lainnya yaitu dikirim melalui whatsapp ataupun email.

            Agama Islam pula memiliki dua pendapat diantara keputusan para ulama, ada yang menyatakan beribadah di rumah terlebih dahulu serta ada yang memperbolehkan untuk berkumpul dengan beberapa kebijakan yang berlaku. Kebijakan tersebut diantaranya harus disediakannya tempat cici tangan beserta sabunnya, harus disemprotkan disenfektan serta tidak boleh menggunakan alas untuk tempat sujudnya melainkan tanpa alas dan shalatnya berjarak.

            Langkah lockdown yang dilakukan oleh berberapa negara mengakibatkan bagi umat beragama yang akan melakukan peribadahan di tempat mulianya terhambat. Sebab, tempat-tempat tersebut memberlakukan lockdown demi keselamatan bersama. Arab Saudi sendiri memberlakukan lockdown di negaranya, sehingga pada saat ini setiap muslim yang akan beribadah umrah tidak terlaksana. Langkah lockdown ini bukan saja menutup negaranya melainkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ditutup. Hal ini dlakukan sebagai upaya pemerintah Saudi Arabia untuk melindungi para peziarah yang sebelumnya sudah datang dan langkah seterilisasi Masjidil Haram dari virus corona.

            Langkah tersebut tidak jauh berbeda dengan umat Kristen, tempat yang mereka agungkan dan muliakan juga menutup akses unuk kesana. Tujuannya sama yaitu memutus penyebaran virus corona agar dunia segera terbebas dari pandemi tersebut. Langkah-langkah ini pada saat ini seharusnya diindahkan untuk setiap manusia. Langkah antisipasi yang dilakukan bukan berarti setiap manusia takut terhadapo corona dan melupakan adanya Tuhan. Adanya pandemi ini seharusnya mengingatkan kita untuk tetap berada di jalan Tuhan sebab, Tuhan lah yang saat ini dibutuhkan bagi setiap umat manusia, adanya Tuhan yang bisa memberi pertolongan pada manusia karena adanya pandemi yang sedang berlangsung di belahan dunia.

Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : harismedia.net@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 comments:

Posting Komentar