Kajian
Agama Mengenai Covid-19
Oleh: Kiki Noviyanti
+kikinoviyanti05@gmail.com
Virus
Corona atau servere acute respiratory
syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus yang menyerang saluran
pernafasan. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini dikenal dengan Covid-9.
Pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan dunia. Dampak dari
adanya pandemi ini banyak sekali, selain memakan korban banyak juga
mengakibatkan keadaan tidak kondusif. Pandemi ini seolah-olah sekarang tengah
menguasai dunia, sebab wabah ini menyebar diberbagai belahan dunia. Bukan hanya
ada di Indonesia, namun banyak negara di luar negri yang terkena juga seperti
Italia, Israel, dan negara yang berada disekitarnya.
Banyak
kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan disetiap negara untuk menanggulangi
pandemi ini, seperti social distencing,
work from home, daring bagi para pelajar hingga lockdown disetiap daerahnya. Akibatnya, dari kebijakan-kebijakan
tersebut menimbulkan dampak yang sangat besar di masyarakat. Adanya pandemi ini
berdampak terhadap semua lapisan masyarakat, salah satunyayaitu peribadatan
yang biasanya dilakukan didalam tempat ibadah secara bersama-sama, namun pada
kondisi sekarang dilarang.
Pada
akhirnya peribadatan mereka terkendala serta menimbulkan pro dan kontra
diantara masyarakat satu dengan lainnya. Masyarakat yang pro dengan kebijakan
pemerintah ini menganggap langkah tersebut baik dilaksanakan untuk memutus mata
rantai virus corona yang dengan mudah menyebar. Namun, bagi masyarakat yang
kontra mereka akan menganggap langkah ini tidak bijak sebab banyak orang-oarang
tidak percaya akan adanya Tuhan melainkan takut terhadap makhluk kecil
tersebut.
Sebagai contoh
agama Kristen di Indonesia, himbauan dari ketua Persekutuan Gereja-gereja
Indonesia (PGI) di Sumatera Utara, agar setiap umat Kristiani untuk
mengindahkan kebijakan dari pemerintah untuk tetap berada didalam rumah dengan
cara terlebih dahulu mengerjakan ibadah di rumah. Himbauan ini bertujuan untuk
melawa dan memutus penyebaran dari virus corona. Selain itu, ketua dari PGI
menghimbau untuk pelayanan pemberkatan pernikahan untuk dijadwal ulang
mengingat kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk berkumpul bersama-sama.
Bagi peribadatan, khitbah akan dilaksanakan dengan cara mengganti melewati
media lainnya yaitu dikirim melalui whatsapp ataupun email.
Agama
Islam pula memiliki dua pendapat diantara keputusan para ulama, ada yang
menyatakan beribadah di rumah terlebih dahulu serta ada yang memperbolehkan
untuk berkumpul dengan beberapa kebijakan yang berlaku. Kebijakan tersebut
diantaranya harus disediakannya tempat cici tangan beserta sabunnya, harus
disemprotkan disenfektan serta tidak boleh menggunakan alas untuk tempat
sujudnya melainkan tanpa alas dan shalatnya berjarak.
Langkah
lockdown yang dilakukan oleh berberapa negara mengakibatkan bagi umat beragama
yang akan melakukan peribadahan di tempat mulianya terhambat. Sebab,
tempat-tempat tersebut memberlakukan lockdown demi keselamatan bersama. Arab
Saudi sendiri memberlakukan lockdown di negaranya, sehingga pada saat ini
setiap muslim yang akan beribadah umrah tidak terlaksana. Langkah lockdown ini
bukan saja menutup negaranya melainkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
ditutup. Hal ini dlakukan sebagai upaya pemerintah Saudi Arabia untuk
melindungi para peziarah yang sebelumnya sudah datang dan langkah seterilisasi
Masjidil Haram dari virus corona.
Langkah
tersebut tidak jauh berbeda dengan umat Kristen, tempat yang mereka agungkan
dan muliakan juga menutup akses unuk kesana. Tujuannya sama yaitu memutus
penyebaran virus corona agar dunia segera terbebas dari pandemi tersebut.
Langkah-langkah ini pada saat ini seharusnya diindahkan untuk setiap manusia.
Langkah antisipasi yang dilakukan bukan berarti setiap manusia takut terhadapo
corona dan melupakan adanya Tuhan. Adanya pandemi ini seharusnya mengingatkan
kita untuk tetap berada di jalan Tuhan sebab, Tuhan lah yang saat ini
dibutuhkan bagi setiap umat manusia, adanya Tuhan yang bisa memberi pertolongan
pada manusia karena adanya pandemi yang sedang berlangsung di belahan dunia.













0 comments:
Posting Komentar