Haris Media official website | Members area : Register | Sign in

Sport News

Maaf Blog Ini Sedang Dalam Proses Pengembangan

Agama dan Covid 19

Senin, 20 April 2020

Share this history on :

Agama dan Covid 19
Oleh: Inayah
+inayahiin306@gmail.com 


            Belakangan ini semua orang sibuk membicarakan virus corona (covid-19). Banyak sudut pandang yang digunakan. Satu hal yang menarik dan menjadi perdebatan adlah terkait relasi agam dan penyakit. Dua hal yang sering dipertentangkan oleh sebagian pihak. Agama dianggap sebagai wilayah yang irrasional dan transenden, sedangkan penyakit dipandang sebagai bagian dari problem kehidupan factual yang bersifat saintifik-empirik. Sebagaimana yang sedang marak terjadi di kalangan masyarakat saat ini adalah bahayanya virus corona (covid-19). Semua masyarakat sangat panik disertai kewaspadaan yang sangat mendalam. Berbagai macam-macam agama banyak yang menyudahi kegiatan-kegiatan keagamaan mereka ada juga sebagian agama yang menutup tempat peribadatan mereka, karena takut akan bahaya virus corona. Upaya yang mereka lakukan adalah untuk kebaikan bersama tentunya.

            Dari masalah di atas banyak pertanyaan yang muncul, seperti tepatkah antara keduanya dipertentangkan? Bisakan agama dijadikan paduan untuk umatnya agar terhindar dari suatu penyakit? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang muncul tentang apa kaitanya penyakit dengan agama. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk beragama. Ada yang menyebutkan sebagai makhluk rohani. Berbeda dengan binatang dan juga tumbuhan. Karena sejak lahir sejatinya manusia sudab bertuhan, mengingat dalam diri manusia terdapat unsur-unsur ketuhanan (ruh). Pada hal yang sama pula manusia juga terdiri dari unsur jasmani. Maka sangat wajar jika manusia membutuhkan sandang, pangan dan papan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Jika salah satu unsur di atas tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan. Artinya manusia bisa terkena penyakit. Hanya saja menurut pakar kesehatan unsur tertinggi dari munculnya penyakit adalah dari faktor pangan, taak terkecuali Covid-19 yang sedang terjadi saat ini.

            Berdasarkan pemaparan di atas berarti penyakit yang menimpa manusia satu rangkaian dengan penciptaan manusia itu sendiri. Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang bebas dari penyakit. Jangankan manusai biasa, Nabi/Rasul sebagai makhluk pilihan Tuhan sekalipun bisa jatuh sakit. Maka dari itu, jika relasi agam dan penyakit ini dipahami dengan benar, seharusnya tidak perlur mempertentangkan keduanya. Manusia yang tersusun dari unsur rohani dan jasmani, sudah dapat dipastikan tidak akan kebal dari penyakit selama hidupnya. Sebagaimana manusia beragama, seharusnya menghadapi suatu penyakit secara menyeluruh. Penyakit apaun jenisnya, khususnya penyakit yang berbahaya dan menular seperti virus corona tidak bisa didekati secara parsial. Tidak cukup hanya menggunakan perawatan medis, tetapi juga harus dibarengi dengan pendekatan rohani (spiritual). Dan tidak seharusnya kalangan medis menyebutkan bahwa virus corona yang saat ini sedang marak-maraknya di kalangan masyarakat itu terjadi akibat gaya hidup manusia. Demikian sebaliknya, piihak dari kaum agamawan bahwa penyakit ini merupakan kutukan tuhan bagi para pendosa. Dua perspektif tersebut harus ditempatkan secara tepat.

            Suatu penyakit sebesar apapun bahayanya, harus dilihat dari dua konteks kehidupan. Manusia yang hidup di alam nyata, alam fisik dan wujud, harus diterima dan sangat mungkin menjadi sebab timbulnya suatu penyakit. Namun ada unsur lain yang juga sangat mungkin menjadi sebab wabah penyakit itu. Bahkan dalam praktik-prakti beragama, para ilmuan khususnya Islam, mengajarkan dan mempraktikkan terapi penyakit fisik dan mental berdasarkan nilai-nilai agama. Di sinilah pentingnya kita bersikap waspadan dan juga tenag jangan terlalu gegabah dan juga jangan terlalu menyepelekan dalam menghadapi penyakit. Apalagi yang mewabah seperti virus corona. Virus yang sudah selayaknya ditanggulangi secara medis, seperti perawatan intensif dan obat-obatan tertentu. Juga bisa dicegah dengan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat dan olah raga teratur serta harus lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan.  

Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : harismedia.net@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 comments:

Posting Komentar