Menyikapi adanya Virus Corona dalam Persepektif
Islam
Atjmim Nurona
Baru-baru ini
diberitkan virus jenis baru dengan nama covid-19 yang lebih populer
dengan sebutan Corona, virus ini pertama kali muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei,
China. Kemudian menyebar dengan kecepatan luar biasa ke seluruh dunia. Virus
ini juga telah banyak menimbulkan korban sakit dan meninggal dunia. Peristiwa
ini mengakibatkan timbulnya kepanikan diberbagai daerah maupun negara, salah
satunya di Jakarta yang ditelah ditetapkan sebagai zona merah virus corona, itu
artinya gawat darurat virus corona.
Para tokoh
Islam menyikapi adanya virus corona dengan beragam, ada yang sangat
behati-hati, ada yang emosional dan menganggap bahwa virus ini adalah bagian
dari azab Allah atas dosa-dosa yang diperbuat umatnya. Sementara itu, disisi
lain banyak pemberitaan yang mengaitkan dengan Islam, karena agama memiliki
peran penting dalam menghadapi setiap persoalan. Ada dua tulisan yang sudah
tersebar yang layak dirujuk. Pertama, tanpa nama penulisnya, yang mengingatkan
bagaimana saat Khalifah ke-2 Umar bin Khattab menyikapi wabah Tha'unAmwas (penyakit menular) yang melanda
wilayah Syam waktu itu.Umar dan rombongan yang mendengar berita adanya wabah
tersebut sebelum memasuki wilayah itu, menghadapi perdebatan para sahabat:
apakah akan meneruskan perjalanan atau kembali ke Madinah. Sebagai pimpinan
Umar memutuskan tidak meneruskan perjalanan dengan alasan: kita memilih takdir
yang satu dan meninggalkan takdir yang lain. Artinya ikhtiar manusia menjadi
penting dalam masalah ini.Pada bagian lain, dengan merujuk Hadits Nabi yang
diriwiyatkan oleh HR Bukhari yang menyatakan: "Jika kamu mendengar wabah
di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi, jika terjadi wabah
di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat ini. Hal ini sejalan
dengan metode medis modern yang dikenal dengan istilah
"karantina".Kedua, tulisan Imam Shamsi Ali yang mengingatkan
pentingnya mengambil pelajaran atas berbagai peristiwa yang terjadi, sabar menghadapinya,
lalu mencari hikmah di balik semua itu, sembari tidak berhenti untuk terus
berdoa kepada Allah SWT. Dengan menggunakan istilah yang dipakai oleh
Ketua Muhammadiyah Haedar Nasir, menghadapi masalah virus Corona kali ini
sebagaimana kita menghadapi masalah pada umumnya, perlu menggunakan pendekatan
rasional dan spiritual dengan berikhtiar dan berdoa.
Dari dua
berita di atas disimpulkan bahwa menyikapi virus corona ini dengan ikhtiar, mendekatkan
diri kepada Allah (tawakal), kenapa harus iktiar dan tawakal? Karena pemilik
dan pencipta viruscorona adalah Allah SWT, Allah jugalah yang menghendaki virus
itu akn diberi kepada siaapa, maka dari itu kita harus beriktiardan bertawakal
meminta perlindungan dan meminta agar dijauhkan dari virus itu. Selain itu
berhati-hati juga penting, karena sudah dijelaskan pada hadis di atas. Hadis di
atas memberikan petunjuk untuk berhati-hati. Jika mendengar ada wabah di daerah
lain maka jangan memasuki daerah tersebut, itu adalah salah satu bentuk
himbauan untuk berhati-hati, sedangkan jika wabah itu berada di daerahmu, maka
jangan tinggalkan daerahmuitu adalah bentuk ikhtiar, ikhtiar bisa dilakukan
dengan karantina.
Selain dengan
berita di atas, Islam juga menganjurkan untuk tidak panik dan gegabah
menghadapi adanya wabah virus corona tersebut, karena kepanikan hanya akan
menimbulkan banyak akibat yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,
sehingga dari kepanikan itu akan memancing seseorang untuk melakukan tindakan
tanpa pemikiran yang panjang atau gegabah. Contoh kepanikan itu bisa dilihat
dari semakin sulitnya memperoleh masker, seharusnya orang yang membutuhkan
masker mendapatkan masker dan orang yang tidak membutuhkan harusnya tidak membelinya,
namun yang terjadi malah sebaliknya orang yang benar- benar membutuhkan malahtidak
mendapatkannya dan orang yang tidak membutuhkan lmendapatkannya. Hal tersebut
adalah contoh bentuk kepanikan seseorang yang melakukan tindakan gegabah tanpa pemikiran
yang panjang.
Referensi
Muhammad Najib,
“Bagaimana Seharusnya Umat Islam Memandang Virus Corona yang Sedang Melanda Dunia”, https://www.rmol.id/read/2020/03/15/425499/Bagaimana-Seharusnya- Umat-Islam-Memandang-Virus-Corona-Yang-Melanda-Dunia-













0 comments:
Posting Komentar