Haris Media official website | Members area : Register | Sign in

Sport News

Maaf Blog Ini Sedang Dalam Proses Pengembangan

Menyikapi adanya Virus Corona dalam Persepektif Islam

Senin, 20 April 2020

Share this history on :

Menyikapi adanya Virus Corona dalam Persepektif Islam
Atjmim Nurona

Baru-baru ini diberitkan virus jenis baru dengan nama covid-19 yang lebih populer dengan sebutan Corona, virus ini pertama kali muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kemudian menyebar dengan kecepatan luar biasa ke seluruh dunia. Virus ini juga telah banyak menimbulkan korban sakit dan meninggal dunia. Peristiwa ini mengakibatkan timbulnya kepanikan diberbagai daerah maupun negara, salah satunya di Jakarta yang ditelah ditetapkan sebagai zona merah virus corona, itu artinya gawat darurat virus corona.

Para tokoh Islam menyikapi adanya virus corona dengan beragam, ada yang sangat behati-hati, ada yang emosional dan menganggap bahwa virus ini adalah bagian dari azab Allah atas dosa-dosa yang diperbuat umatnya. Sementara itu, disisi lain banyak pemberitaan yang mengaitkan dengan Islam, karena agama memiliki peran penting dalam menghadapi setiap persoalan. Ada dua tulisan yang sudah tersebar yang layak dirujuk. Pertama, tanpa nama penulisnya, yang mengingatkan bagaimana saat Khalifah ke-2 Umar bin Khattab menyikapi wabah Tha'unAmwas (penyakit menular) yang melanda wilayah Syam waktu itu.Umar dan rombongan yang mendengar berita adanya wabah tersebut sebelum memasuki wilayah itu, menghadapi perdebatan para sahabat: apakah akan meneruskan perjalanan atau kembali ke Madinah. Sebagai pimpinan Umar memutuskan tidak meneruskan perjalanan dengan alasan: kita memilih takdir yang satu dan meninggalkan takdir yang lain. Artinya ikhtiar manusia menjadi penting dalam masalah ini.Pada bagian lain, dengan merujuk Hadits Nabi yang diriwiyatkan oleh HR Bukhari yang menyatakan: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi, jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat ini. Hal ini sejalan dengan metode medis modern yang dikenal dengan istilah "karantina".Kedua, tulisan Imam Shamsi Ali yang mengingatkan pentingnya mengambil pelajaran atas berbagai peristiwa yang terjadi, sabar menghadapinya, lalu mencari hikmah di balik semua itu, sembari tidak berhenti untuk terus berdoa kepada Allah SWT.  Dengan menggunakan istilah yang dipakai oleh Ketua Muhammadiyah Haedar Nasir, menghadapi masalah virus Corona kali ini sebagaimana kita menghadapi masalah pada umumnya, perlu menggunakan pendekatan rasional dan spiritual dengan berikhtiar dan berdoa.

Dari dua berita di atas disimpulkan bahwa menyikapi virus corona ini dengan ikhtiar, mendekatkan diri kepada Allah (tawakal), kenapa harus iktiar dan tawakal? Karena pemilik dan pencipta viruscorona adalah Allah SWT, Allah jugalah yang menghendaki virus itu akn diberi kepada siaapa, maka dari itu kita harus beriktiardan bertawakal meminta perlindungan dan meminta agar dijauhkan dari virus itu. Selain itu berhati-hati juga penting, karena sudah dijelaskan pada hadis di atas. Hadis di atas memberikan petunjuk untuk berhati-hati. Jika mendengar ada wabah di daerah lain maka jangan memasuki daerah tersebut, itu adalah salah satu bentuk himbauan untuk berhati-hati, sedangkan jika wabah itu berada di daerahmu, maka jangan tinggalkan daerahmuitu adalah bentuk ikhtiar, ikhtiar bisa dilakukan dengan karantina.

Selain dengan berita di atas, Islam juga menganjurkan untuk tidak panik dan gegabah menghadapi adanya wabah virus corona tersebut, karena kepanikan hanya akan menimbulkan banyak akibat yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, sehingga dari kepanikan itu akan memancing seseorang untuk melakukan tindakan tanpa pemikiran yang panjang atau gegabah. Contoh kepanikan itu bisa dilihat dari semakin sulitnya memperoleh masker, seharusnya orang yang membutuhkan masker mendapatkan masker dan orang yang tidak membutuhkan harusnya tidak membelinya, namun yang terjadi malah sebaliknya orang yang benar- benar membutuhkan malahtidak mendapatkannya dan orang yang tidak membutuhkan lmendapatkannya. Hal tersebut adalah contoh bentuk kepanikan seseorang yang melakukan tindakan gegabah tanpa pemikiran yang panjang.

Referensi
Muhammad Najib, “Bagaimana Seharusnya Umat Islam Memandang Virus           Corona yang Sedang Melanda Dunia”,         https://www.rmol.id/read/2020/03/15/425499/Bagaimana-Seharusnya-        Umat-Islam-Memandang-Virus-Corona-Yang-Melanda-Dunia-

Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : harismedia.net@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 comments:

Posting Komentar