Dunia
Islam dalam Menghadapi Wabah Corona
Oleh:
Sakinah
Saat ini
virus corona menjadi wabah yang tidak bisa disepelekan lagi, virus ini sudah
tersebar di berbagai dunia Islam. Virus corona ini menyebabkan kematian di
berbagai negara. Bahkan sekarang di Indonesia menjadi negara yang sedang
berjuang melawan virus corona ini. Di Indonesia mengupayakan pencegahan virus
corona agar memberikan perlindungan terhadap warganya yang belum terjangkit
virus corona ini. Di Arab Saudi sudah mengambil langkah yang memberikan dampak
besar bagi dunia Islam, yaitu larangan bagi jamaah umrah untuk melaksanakan
ibadah dari berbagai dunia. Bahkan, jamaah yang sudah dalam perjalanan menuju
Arab saudi harus kembali ke negeri masing-masing.
Sikap
Arab Saudi tersebut menimbulkan kepanikan bagi para jamaah dan biro travel
umrah yang sudah merencanakan perjalanan ibadah jauh-jauh hari. Arab Saudi
tidak main-mai dalam menghadapi
penyebaran virus corona. Pencegahan ini merupakan langkah yang harus diambil,
mengingat Makkah dan Madinah merupakan dua kota suci yang setiap saat di
banjiri dengan jamaah umrah. Maka dari itu, Arab Saudi mengambil langkah
ekstrim dengan melockdown bagi jamaah umrah, bahkan mengosongkan ka’bah
dari para jamaah. Hal yang dilakukan tersebut sebenarnya Arab Saudi kehilangan
devisa yang lumayan besar dari ibadah umrah.
Hal
tersebut menunjukkan adanya kepentingan yang luar biasa untuk mencegah
ketersebaran virus corona dalam jumlah yang besar. Jika tidak diadakan
pencegahan atau lockdown, maka
akan menimbulkan kemadharatan yang lebih besar karena Arab Saudi harus
menyediakan rumah sakit dalam jumlah yang besar untuk menangani pasian yang
terjangkit viru corona. Langkah yang di ambil oleh negara Arab Saudi tersebut
sekarang sudah dimaklumi karena lanka tersebut dianggap sangat tepat. Virus
corona ini harus dihadapi dengan tegas. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Ibadah umrah adalah ibadah yang dianjurkan bagi setiap muslim. Namun, yang
lebih penting adalah keselamatan nawa seiap umat.
Dalam
khazanah Islam, menunaikan ibadah harus senapas dengan upaya untuk mnyelamatkan
jiwa. Disini ibadah juga harus mengedepankan keselamatan bersama. Iran
mengambil langkah yang sama seperti Arab Saudi setelah kasus warga positf
corona merebak yaitu, meniadakan sholat jumat. Sholat jumat di Iran diikuti
oleh puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan jutaan orang di setiap masjid. Karena
di Iran tidak semua masjid menyelenggarakan shalat jumat. Tidak ada pendapat
yang pro dan kontra atas larangan shalat Jumat tersebut karena semua faham
bahwa menyelamatkan jia warga dari virus corona harus diutamakan.
Jika shalat Jumat tetap di
laksanakan, maka dampaknya akan lebih besar, karena akan mempermudah penyebaran
virus corona ini. Setelah melihat keadaan virus corona yang merebak ke seluru
dunia ini, sebagian umat islam melockdown masjid-masjid yang bertujuan untuk
pecegahan virus corona. Selain melockdown tanah suci dan masjid masyarakat juga
meliburkan sekolah dari jenjang rendah sampai perguruan tinggi dan berbagai
pekerjaan seperti perkantoran, pabrik, perusahaan, bahkan pengajian TPA
anak-aak juga diliburkan oleh pemerintahan setempat.
Namun
dengan melockdown tersebut pemerintahan juga menerapkan sekolah online dan
kerja online melalui media sosial. Jadi,
dengan itu kita tidak kehilangan dalam hal kerja maupun sekolah, walaupun tidak
kondusif seperti biasanya sebelum ada virus corona melanda. Tetapi cara ini sangat
benar untuk mencegah penyebaran virus corona yang saat ini sangat sangat marak
di dunia. Selain itu pemerintah juga menerapkan untuk selalu di rumah aja.
Semoga virus ini segera hilang dan bisa melaksanakan aktivitas seperti
biasanya. Amin Ya Rabbal Alamin.













0 comments:
Posting Komentar